SUKATANI, KABUPATEN BEKASI, Jawa Barat |NETIZENNEWS.CLICK| – Kondisi lingkungan yang buruk, ditandai dengan genangan banjir yang tak kunjung usai dan tumpukan sampah yang menggunung, telah menjadi pemandangan sehari-hari di Kampung Ceger, Desa Sukadarma. Situasi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan dan lingkungan.
Ironisnya, berbagai keluhan dan laporan dari masyarakat seolah hanya disambut dengan angin lalu, menyisakan pertanyaan besar mengenai efektivitas kepemimpinan desa dalam menanggapi persoalan krusial ini.
Kekecewaan warga semakin mendalam melihat janji-janji perbaikan yang kerap dilontarkan oleh Kepala Desa Sukadarma belum juga berbuah nyata, meninggalkan mereka terperangkap dalam lingkaran masalah yang sama dari tahun ke tahun.
Salah satu warga dalam keluhannya, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan: “Ya Bang, saya dan warga lainnya hanya ingin kondisi sampah ini dan banjir ini dapat diatasi. Agar kami dapat hidup yang layak.”
Kehidupan Warga Terjebak dalam Ancaman Banjir yang Berulang
Keberadaan banjir yang kerap melanda Kampung Ceger, Desa Sukadarma, telah menciptakan siklus penderitaan yang tak berkesudahan bagi warganya.
Genangan air yang tinggi, bahkan hingga masuk ke dalam rumah, bukan lagi peristiwa langka, melainkan telah menjadi bagian dari realitas kehidupan sehari-hari.
Seorang warga lainnya menuturkan, “Saya berharap masyarakat terus bergotong royong, akan tetapi dari pihak terkait dan khususnya Desa Sukadarma tidak menutup mata dan harus peduli untuk mengatasi masalah yang serius ini.”
Situasi ini diperparah dengan minimnya perhatian terhadap sistem drainase yang memadai. Pembersihan saluran air yang seharusnya menjadi prioritas utama untuk mencegah banjir, seringkali hanya dilakukan secara sporadis dan tidak menyeluruh.
Meskipun Pemerintah Desa Sukadarma pernah mengerahkan warga untuk membersihkan saluran drainase dalam upaya pencegahan banjir, namun dampak jangka panjangnya belum terlihat signifikan.
Prioritas pembangunan saluran air untuk petani yang sempat digaungkan dalam Musrenbang Desa Sukadarma seharusnya juga mencakup solusi komprehensif untuk mengatasi masalah banjir yang melanda permukiman warga.
Dari Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup, seharusnya juga melihat kondisi adanya sampah di tengah permukiman warga yang sudah bertahun-tahun tidak terurus. Warga pun berulang kali mengajukan keluhan ke Kepala Desa Sukadarma, namun dihiraukan, hanya dijanjikan tanpa ada tindakan nyata.
Camat Sukatani juga diharapkan tidak menutup mata terhadap kondisi banjir dan tumpukan sampah yang terus menyelimuti Kampung Ceger, khususnya di RT 001 RW 003, Desa Sukadarma Kecamatan Sukatani.
Tanpa penanganan yang serius dan berkelanjutan pada infrastruktur pengairan, warga Kampung Ceger akan terus menerus dihantui ancaman banjir yang dapat merusak harta benda dan mengganggu aktivitas perekonomian mereka. Kondisi ini juga dapat memicu berbagai masalah kesehatan akibat genangan air yang menjadi sarang penyakit.
Tumpukan Sampah Menggunung, Ancaman Lingkungan yang Terabaikan
Masalah lain yang tak kalah memprihatinkan di Kampung Ceger, Desa Sukadarma, adalah penumpukan sampah yang menggunung dan menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu aktivitas warga.
Kondisi ini mencerminkan lemahnya pengelolaan sampah di tingkat desa dan minimnya kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan. Tumpukan sampah yang dibiarkan menumpuk bertahun-tahun bukan hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penyakit dan pencemaran lingkungan yang lebih luas.
Janji Kepala Desa: Solusi Palsu di Tengah Keputusasaan Warga
Warga Kampung Ceger, Desa Sukadarma, telah lama menanti realisasi janji-janji dari Kepala Desa terkait penanganan banjir dan sampah yang melanda wilayah mereka. Namun, alih-alih solusi konkret, yang mereka terima hanyalah janji-janji kosong yang tak kunjung terealisasi.