KARAWANG | netizennews.click – Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan dapat diakses oleh seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas.
Komitmen tersebut dirasakan langsung oleh Andi Mahendra, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) UBP Karawang sekaligus penerima manfaat Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Sebagai pengguna kursi roda, Andi mengaku sempat merasa ragu untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
Kekhawatiran tersebut muncul karena ia mempertimbangkan aksesibilitas kampus serta kemungkinan menjadi beban bagi orang lain.
Namun, kekhawatiran tersebut tidak terbukti setelah Andi menjalani perkuliahan di UBP Karawang. Saat ini, ia telah memasuki semester tiga.
“Sebelumnya saya sempat ragu terhadap kuliah ini karena saya pengguna kursi roda. Takut kampusnya tidak aksesibel dan jadi beban buat teman-teman. Alhamdulillah, keraguan itu tidak terbukti,” ujar Andi
Sebelum menentukan pilihan, Andi terlebih dahulu melakukan riset dan survei terhadap sejumlah perguruan tinggi untuk mencari kampus yang ramah terhadap penyandang disabilitas.
Menurutnya, UBP Karawang memberikan pengalaman yang berbeda dalam hal aksesibilitas. Ia menilai sejumlah fasilitas kampus, mulai dari akses masuk hingga area parkir, telah mendukung kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas.
“Dari segi akses dan parkir, alhamdulillah semuanya ramah buat teman-teman disabilitas,” katanya.
Selain dukungan fasilitas, program KIP Kuliah juga menjadi salah satu faktor penting yang membantu Andi menjalani pendidikan.
Bantuan tersebut membuatnya dapat lebih fokus mengikuti perkuliahan tanpa terbebani persoalan biaya pendidikan.
“KIP inilah yang bisa bikin saya di sini sekarang. Dengan adanya KIP, saya bisa fokus belajar dan tidak khawatir soal biaya,” tutur Andi.
Menurut Andi, dukungan fasilitas dan bantuan pendidikan membuat mahasiswa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan kemampuan serta meraih cita-cita
Ia pun mengajak mahasiswa penyandang disabilitas lainnya untuk tidak menjadikan keterbatasan fisik sebagai alasan untuk berhenti mengejar pendidikan.
“Jangan biarkan keraguan dari orang lain atau diri sendiri menentukan batas kemampuan. Keterbatasan fisik itu nyata, tapi bukan berarti kita tidak bisa mewujudkan mimpi besar,” ujarnya.
UBP Karawang menilai pendidikan merupakan hak setiap orang tanpa terkecuali. Melalui penyediaan fasilitas yang inklusif serta dukungan program beasiswa, kampus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang dapat menjadi ruang belajar bagi seluruh mahasiswa.





















