BANDUNG BARAT | Netizennews.click – Rangkaian kegiatan Jambore Jurnalis 2026 yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karawang berlangsung meriah di kawasan Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada 5-6 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat solidaritas insan pers di Kabupaten Karawang.
Puluhan wartawan dari berbagai media mengikuti kegiatan tahunan tersebut. Para peserta diberangkatkan dari Karawang pada Jumat (5/6/2026) pukul 10.00 WIB dan dilepas langsung oleh Wakil Bupati Karawang H. Maslani bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang H. Dian Fahrud Jaman.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Karawang H. Maslani mengapresiasi terselenggaranya Jambore Jurnalis 2026 yang dinilai mampu memperkuat hubungan baik antarwartawan sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah kebersamaan sekaligus meningkatkan kualitas dan kompetensi insan pers dalam menyajikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Karawang H. Dian Fahrud Jaman menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif.
Pada momen pelepasan peserta, panitia juga menggelar lomba karya tulis atau berita yang diikuti seluruh peserta jambore. Setiap wartawan diwajibkan membuat karya jurnalistik mengenai kegiatan pembukaan dan pelepasan Jambore Jurnalis 2026, kemudian menayangkannya di media masing-masing sebelum batas waktu pengumpulan pukul 16.00 WIB.
Pengumuman pemenang lomba dilakukan pada malam hari dalam acara hiburan dan keakraban peserta. Saat pengumuman, nama pertama yang dipanggil panitia sebagai pemenang adalah Syuhada Wisastra dari media online Teraspasundan.com.
Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Kabupaten Karawang tersebut berhasil meraih juara melalui karya jurnalistik berjudul “Jambore Jurnalis 2026 Perkuat Solidaritas Pers Karawang.”
Penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh panitia pelaksana dan disaksikan seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Usai menerima penghargaan, Syuhada Wisastra mengaku bersyukur dan mengapresiasi panitia yang telah memberikan ruang bagi para wartawan untuk berkompetisi secara sehat melalui karya jurnalistik.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada panitia dan seluruh rekan-rekan jurnalis. Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi menjadi motivasi bagi seluruh wartawan agar terus menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Syuhada.
Menurutnya, lomba karya tulis yang menjadi bagian dari rangkaian Jambore Jurnalis merupakan langkah positif untuk mengasah kemampuan menulis sekaligus meningkatkan kualitas pemberitaan di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Syuhada menegaskan bahwa insan pers saat ini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan digital agar tidak tertinggal oleh perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi.
“Jurnalis harus terus mengikuti perkembangan zaman. Era digital telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh informasi. Jangan sampai wartawan dan perusahaan media tertinggal oleh perkembangan teknologi yang begitu cepat,” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini masyarakat sering kali lebih dahulu mendapatkan informasi dari akun Instagram, TikTok, Facebook, YouTube maupun berbagai platform media sosial lainnya dibandingkan dari media massa.
“Saat ini masyarakat sering kali lebih dulu memperoleh informasi dari akun Instagram, TikTok maupun platform media sosial lainnya dibandingkan dari media massa. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi media. Karena itu, wartawan harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik, yakni akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Menurut Syuhada, kecepatan penyebaran informasi di media sosial harus diimbangi dengan kualitas dan kredibilitas produk jurnalistik yang dihasilkan media profesional.
“Keunggulan pers profesional adalah verifikasi dan akurasi. Media sosial bisa menjadi sumber informasi awal, tetapi tugas wartawan adalah memastikan kebenaran informasi tersebut sebelum disampaikan kepada publik. Inilah nilai tambah yang harus terus dijaga oleh insan pers,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan Jambore Jurnalis dapat terus menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga meningkatkan kapasitas wartawan dalam menghadapi tantangan era digital.
“Kebersamaan yang terbangun dalam jambore ini harus menjadi energi positif bagi seluruh wartawan Karawang. Wartawan harus tetap kompak, profesional, independen, serta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menghasilkan karya jurnalistik yang inovatif dan berkualitas demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Jambore Jurnalis 2026 berlangsung selama dua hari dengan berbagai kegiatan yang mengedepankan kebersamaan, peningkatan kapasitas, serta penguatan solidaritas antarinsan pers di Kabupaten Karawang.





















