CIKARANG PUSAT|netizennews.click— Nuansa berbeda terlihat di Jalan Ganesha Boulevard, kawasan AEON Mall Deltamas, Kabupaten Bekasi, Minggu (13/9/2026). Sejak pagi hari, kawasan tersebut dipenuhi masyarakat yang memanfaatkan kegiatan Car Free Day (CFD) sebagai kesempatan untuk berolahraga, bersantai, sekaligus menikmati ruang publik yang terbebas dari lalu lintas kendaraan bermotor.
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi tersebut bukan hanya menjadi tempat masyarakat untuk berolahraga dan mendapatkan hiburan, tetapi juga merupakan bagian dari langkah pengendalian pencemaran udara, terutama melalui upaya mengurangi emisi yang berasal dari kendaraan bermotor.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kabupaten Bekasi, Duarte de J. Fernandes, menyampaikan bahwa CFD menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehat sekaligus memperoleh edukasi tentang pentingnya mempertahankan kualitas lingkungan.
“Tujuan utama kita memberikan hiburan kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Bekasi. Yang kedua, kita turut serta melakukan pengendalian emisi dan memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan CFD sudah beberapa kali diselenggarakan di sejumlah wilayah, di antaranya Jababeka dan Deltamas. Tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut juga menjadi perhatian tersendiri.
Mulai pukul 05.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB, masyarakat terus berdatangan untuk mengikuti beragam kegiatan yang tersedia. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa kehadiran ruang publik yang bebas dari kendaraan memperoleh tanggapan yang baik dari masyarakat Kabupaten Bekasi.
DLH berharap pelaksanaan CFD dapat menjadi kesempatan untuk membentuk kebiasaan hidup yang sehat sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mempertahankan kualitas udara. Sebab, walaupun hanya berlangsung dalam hitungan beberapa jam, pembatasan kendaraan bermotor pada sebuah kawasan dapat menjadi salah satu langkah untuk menekan emisi.
“Kita berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan semakin banyak tempat yang bisa menjadi lokasi CFD. Kalau memungkinkan, setiap bulan bisa dua sampai tiga kali sehingga masyarakat dapat menikmati ruang publik yang sehat,” katanya.
Tidak hanya memberikan dampak positif terhadap kesehatan dan lingkungan, pelaksanaan CFD juga dianggap dapat mendorong pergerakan ekonomi masyarakat. Kehadiran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membuka peluang bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas perdagangan sekaligus memperkenalkan berbagai produk lokal kepada para pengunjung.
Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, pengelola kawasan, serta berbagai organisasi perangkat daerah menjadi salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan CFD. Kolaborasi tersebut diharapkan terus ditingkatkan sehingga kegiatan sejenis dapat memberikan manfaat yang semakin luas.
Meski demikian, perhatian terhadap kelestarian lingkungan semestinya tidak hanya muncul saat kegiatan CFD digelar. DLH Kabupaten Bekasi mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kebiasaan yang ramah terhadap lingkungan sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak melakukan pembakaran sampah karena kegiatan tersebut dapat menimbulkan asap dan polutan yang berisiko menurunkan kualitas udara. Sebagai gantinya, sampah harus dikelola secara benar dan dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.
“Kami sangat berharap masyarakat tetap menjaga lingkungan hidup, jangan membakar sampah, dan terus menjaga emisi. Karena kita semua bertanggung jawab terhadap lingkungan di sekitar kita,” tutur Duarte.
Ia turut mengimbau masyarakat agar memperbanyak kegiatan penghijauan di sekitar tempat tinggal. Pepohonan dan ruang terbuka hijau mempunyai fungsi penting dalam menciptakan suasana lingkungan yang lebih nyaman sekaligus membantu mendukung kualitas udara yang lebih baik.
Menurutnya, masyarakat juga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai keadaan lingkungan dan cuaca ekstrem. Apabila muncul kondisi tertentu yang berpotensi memengaruhi kualitas udara, masyarakat perlu memperhatikan informasi resmi dan menyesuaikan kegiatan di luar ruangan demi menjaga kesehatan.
Sementara itu, masalah kebersihan juga menjadi salah satu perhatian DLH selama kegiatan CFD berlangsung. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, petugas kebersihan dari UPTD wilayah terkait telah disiapkan guna memastikan seluruh kawasan kembali dalam kondisi bersih dan nyaman untuk digunakan masyarakat.
“Setiap kegiatan CFD kita sudah menyiapkan petugas dan truk sampah. Begitu acara selesai, semua sampah akan kita bersihkan dan kita rapikan, sehingga kawasan ini tetap nyaman dan bersih serta tidak mengganggu kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Dengan adanya pelaksanaan CFD, Pemerintah Kabupaten Bekasi berupaya menumbuhkan pemahaman bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan kewajiban bersama. Ruang publik yang sehat, kondisi udara yang lebih bersih, serta lingkungan yang tetap terawat membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah bersama masyarakat.
CFD juga diharapkan tidak hanya berakhir sebagai kegiatan olahraga maupun rekreasi. Lebih jauh, kegiatan tersebut dapat menjadi media edukasi dalam membangun kebiasaan hidup sehat, mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor, mempertahankan kebersihan, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan di Kabupaten Bekasi.
Sumber (bekasikab)




















