Karawang | netizennews.click – Seorang pelanggan bernama Dwi Febryan mengaku kecewa setelah hadiah yang tertera pada kemasan minuman Teh Pucuk Harum yang dibelinya di Indomaret Green Village, Karawang, tidak dapat ditukarkan sebagaimana informasi yang tercantum pada produk.
Peristiwa tersebut terjadi di Indomaret Green Village, yang berada di belakang Apotek Kimia Farma, Jalan Baladewa Blok O, Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Kamis (11/6/2026).
Berdasarkan struk pembelian yang diterima pelanggan, Dwi membeli sebanyak 10 botol Teh Pucuk Harum dengan total transaksi Rp42.000. Pada kemasan produk tertera program promosi bertajuk “Pucuk Dicinta Miliaran Tiba” yang menawarkan hadiah kepada konsumen melalui kode unik yang terdapat di balik label kemasan.
Dalam petunjuk yang tercetak pada kemasan disebutkan bahwa konsumen cukup menemukan kode unik hadiah di balik label kemasan, kemudian hadiah produk atau uang tunai dapat ditukarkan di toko tradisional terdekat. Sementara untuk hadiah utama, konsumen diminta mengirimkan kode unik melalui WhatsApp yang telah disediakan penyelenggara.
Namun saat Dwi mencoba menanyakan dan mengklaim hadiah yang didapatnya, pihak kasir Indomaret disebut menolak dengan alasan tidak menerima informasi atau petunjuk teknis dari pihak penyelenggara maupun manajemen terkait mekanisme penukaran hadiah tersebut.
Menurut Dwi, kondisi tersebut menimbulkan kebingungan dan kekecewaan bagi konsumen karena informasi promosi sudah terpampang jelas pada kemasan produk yang dijual di gerai modern tersebut.
> “Saya membeli produk ini karena ada program hadiah yang tertera jelas di kemasannya. Ketika saya mendapatkan kode hadiah dan mencoba menanyakannya ke kasir, ternyata ditolak dengan alasan tidak ada informasi. Sebagai konsumen saya merasa kecewa,” ujar Dwi.
Ia menilai perusahaan besar seperti Teh Pucuk Harum dan jaringan ritel modern seharusnya memiliki koordinasi yang baik sebelum menjalankan program promosi kepada masyarakat.
> “Kalau memang ada program hadiah, harusnya seluruh pihak yang menjual produk mengetahui mekanismenya. Jangan sampai konsumen dibuat bingung dan merasa dipermainkan,” katanya.
Dwi berharap pihak penyelenggara promosi maupun manajemen Indomaret dapat memberikan penjelasan resmi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Menurutnya, promosi yang tidak disertai sosialisasi yang jelas berpotensi menurunkan kepercayaan konsumen terhadap produk maupun toko yang menjualnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Teh Pucuk Harum maupun manajemen Indomaret terkait keluhan konsumen tersebut.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan keterangan pelanggan dan dokumentasi yang tersedia. Untuk menjaga prinsip keberimbangan, pihak Teh Pucuk Harum dan manajemen Indomaret perlu diberikan ruang hak jawab guna menjelaskan mekanisme program promosi dimaksud.





















