Kantong Kresek Bekas Diolah Jadi Tas hingga Dompet, Warga Cibogo Dorong Pengelolaan Sampah

KOTA BANDUNG | netizennews.click – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pemanfaatan kantong kresek bekas menjadi produk bernilai guna.

Komunitas Masagi Cibogo mengolah limbah tersebut menjadi dompet, tas belanja, tas laptop, dan alas duduk untuk mengurangi timbulan sampah.

Komunitas dari Kampung Cibogo, RT 04 RW 04, Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi, memperkenalkan produknya di Festival Seni dan Budaya Tamansari 15/8/2026.

Anggota Komunitas Masagi Cibogo Enung Siti Oliah mengatakan pengolahan dilakukan melalui proses penganyaman hingga menghasilkan berbagai barang yang dapat digunakan kembali.

Berita Lainnya  Rektor UBP Karawang: Teknologi Harus Diimbangi Karakter, Integritas dan Kepedulian

“Kami menjual produk olahan dari limbah kantong kresek bekas. Kami olah, anyam, dan setelah anyaman jadi, dibuat menjadi produk-produk berguna,” ujar Enung.

Pengolahan tersebut membantu mengalihkan kantong kresek dari tempat pembuangan sementara sekaligus membuka peluang pemanfaatan ekonomi bagi masyarakat.

“Semata-mata hanya ingin salah satunya itu untuk mengampanyekan bahwa warga masyarakat harus bertanggung jawab atas sampahnya,” ungkapnya.

Dompet berbahan anyaman kantong kresek menjadi salah satu produk yang paling diminati masyarakat dalam kegiatan tersebut.

Produk lainnya meliputi tas belanja, tas laptop, serta anyaman berukuran sekitar 40×40 sentimeter untuk alas duduk atau tikar.

Berita Lainnya  PKU Akbar 2026 Dorong UMKM Perempuan Bandung Naik Kelas dan Berinovasi

Harga produk berkisar Rp75.000 hingga lebih dari Rp200.000 tergantung jenis, tingkat kesulitan, dan waktu pengerjaannya.

Enung menjelaskan sebagian besar proses produksi masih dilakukan manual sehingga membutuhkan ketelitian dan keterampilan warga.

“Kalau untuk menganyam, ada yang bisa sehari, ada yang bisa seminggu. Khususnya untuk kantong belanja itu kurang lebih dua mingguan untuk sampai jadi, dari mulai menganyam sampai jadi tas seperti ini,” jelas Enung.

Pembuatan tas belanja membutuhkan waktu berbeda pada setiap bagian, dengan badan tas dapat memerlukan sekitar satu minggu untuk dianyam.

Berita Lainnya  IWOI DPD Karawang Apresiasi Silaturahmi Dandim, Siap Dukung Publikasi Kegiatan TNI

Pemanfaatan limbah tersebut menunjukkan pengelolaan sampah dapat menghasilkan produk kreatif sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tanggung jawab lingkungan.

Kegiatan komunitas juga membuka peluang ekonomi dengan mengubah bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi barang yang dapat digunakan dan dipasarkan.

Pemkot Bandung mendorong praktik serupa agar pengurangan sampah berjalan bersama pemberdayaan masyarakat dan pengembangan produk kreatif berbasis lingkungan.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Humas Jabar

Bagikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini