Lalai Kibarkan Bendera, PGRI Karawang Dikecam: Nasionalisme Hanya di Mulut?

KARAWANG – NETIZENNEWS.CLICK – Pemandangan mencolok terlihat di kantor Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karawang, Senin (16/6/2025). Di tengah semangat nasionalisme yang terus digaungkan, Bendera Merah Putih tampak absen dari tiang di halaman kantor tersebut.

Ketika dikonfirmasi, staf PGRI Karawang bernama Yana membenarkan bahwa bendera tidak dikibarkan karena alasan teknis.

“Benderanya ada, tapi tali tambangnya rusak. Kita lupa buat benerin lagi,” ujar Yana kepada awak media.

Namun, keterangan berbeda disampaikan oleh seorang petugas kebersihan di kantor tersebut. Menurutnya, persoalannya bukan hanya pada tali, melainkan pada tidak tersedianya bendera berukuran sesuai dengan tiang yang ada.

Berita Lainnya  Dr.budi rismayadi resmi di lantik sebagai rektor UBP karawang periode 2026-2030

“Setahu saya, PGRI nggak punya bendera yang besar. Kalau pakai yang kecil mah nggak pantas, soalnya tiangnya tinggi banget,” ucapnya.

Perbedaan keterangan ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana perhatian institusi yang mewadahi para pendidik tersebut terhadap simbol negara. Terlebih, pengibaran bendera Merah Putih di instansi atau lembaga publik merupakan kewajiban hukum, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Berita Lainnya  Gebyar Jurnalistik 2026 Resmi Dibuka, IWOI Karawang Tantang Anggota Tulis Berita Berkualitas

Dalam Pasal 7 undang-undang tersebut ditegaskan bahwa pengibaran bendera negara wajib dilakukan di gedung-gedung milik pemerintah dan lembaga pada setiap hari kerja dan pada hari-hari besar nasional.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari jajaran pengurus inti PGRI Kabupaten Karawang terkait tidak dikibarkannya bendera, maupun rencana perbaikan atau penyediaan bendera sesuai standar.

Berita Lainnya  Warga Bekasi Dihebohkan Penampakan Benda Bercahaya Berekor di Langit Malam

Kejadian ini menjadi ironi tersendiri. Di satu sisi, guru adalah pilar pendidikan yang turut menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Namun di sisi lain, lambang negara justru luput dari perhatian di institusi tempat mereka bernaung.

Nasionalisme tidak cukup disuarakan dalam retorika. Ia harus hidup dalam tindakan, termasuk dalam hal sederhana seperti mengibarkan bendera Merah Putih — simbol kedaulatan dan kehormatan bangsa — setiap hari kerja. (red)

Bagikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini