LASKAR Farm Jadi Laboratorium Edukasi, Lapas Karawang Kenalkan Pertanian dan Peternakan kepada Generasi Muda

KARAWANG | netizennews.click – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Karawang kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui penyelenggaraan Edu Trip bersama siswa-siswi SD Islam Terpadu LAMPU IMAN Karawang di LASKAR Farm, Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (2/7). Kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran luar kelas yang memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik untuk mengenal dunia pertanian, peternakan, perikanan, serta pentingnya menjaga lingkungan dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penjemputan rombongan peserta pada pukul 08.00 WIB, sebelum akhirnya tiba di kawasan LASKAR Farm pada pukul 08.30 WIB. Setibanya di lokasi, para siswa disambut oleh jajaran petugas Lapas Karawang dan dikenalkan dengan konsep Sarana Asimilasi dan Edukasi sebagai tempat pembinaan kemandirian warga binaan yang dipadukan dengan program ketahanan pangan.

Memasuki sesi edukasi, peserta diajak meninjau area pertanian sekaligus mempraktikkan secara langsung penyiraman tanaman. Anak-anak tampak antusias ketika seluruh peserta diajak turun langsung ke area persawahan untuk mempraktikkan penanaman padi. Dengan penuh semangat, mereka belajar mengenal tahapan awal budidaya padi sekaligus memahami bahwa setiap butir beras yang dikonsumsi membutuhkan proses panjang dan kerja keras para petani.

Berita Lainnya  Dr. Nanu Hasanuh: Syuhada Wisastra Layak Memimpin IASKA Menuju Organisasi Alumni yang Lebih Profesional

Perjalanan edukasi kemudian berlanjut ke area peternakan ayam KUB. Di lokasi tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai proses pemeliharaan ayam KUB, mulai dari pemberian pakan hingga proses produksi telur. Tidak hanya mendengarkan materi, para siswa juga diberi kesempatan memberikan pakan secara langsung dan mengambil telur hasil produksi, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Selain itu, peserta juga diajak mengunjungi rumah DOC (Day Old Chick) untuk melihat proses penetasan telur menggunakan mesin inkubator modern.

Selanjutnya, rombongan menuju kandang Sapi dan domba Dorper. Pada sesi ini anak-anak belajar mengenai cara merawat anakan domba, mulai dari pemberian pakan hingga pemberian susu. Momen tersebut menjadi salah satu aktivitas yang paling menarik perhatian peserta karena mereka dapat berinteraksi langsung dengan hewan ternak sambil memahami pentingnya perawatan ternak sejak usia dini.

Berita Lainnya  Syuhada Wisastra Siap Wujudkan IASKA Sebagai Organisasi Alumni Modern, Profesional dan Sejahtera

Rangkaian pembelajaran kemudian beralih ke sektor perikanan. Di kolam tanah, peserta diberikan edukasi mengenai budidaya ikan sekaligus praktik memberikan pakan ikan. Suasana semakin meriah ketika anak-anak mengikuti kegiatan memancing yang menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar peserta.

Usai seluruh rangkaian edukasi lapangan, peserta menikmati coffee break sebelum mengikuti lomba mewarnai yang mengangkat tema pertanian, peternakan, dan lingkungan. Setelah perlombaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, mencintai sektor pertanian, serta membangun kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan sejak usia dini. Dalam kesempatan tersebut, para siswa juga diperkenalkan dengan berbagai produk hasil pembinaan warga binaan, di antaranya kopi dan roti yang diproduksi melalui program pembinaan kemandirian Lapas Kelas IIA Karawang.

Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, menyampaikan bahwa Edu Trip merupakan bagian dari upaya Lapas Karawang dalam membuka ruang edukasi kepada masyarakat melalui program ketahanan pangan yang selama ini dijalankan di LASKAR Farm.

Berita Lainnya  KPU IASKA Karawang Tetapkan Kandidat Ketua Umum, Syuhada Wisastra Usung Semangat Kolaborasi Alumni

“Melalui Edu Trip ini kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak. Mereka tidak hanya melihat secara langsung proses pertanian, peternakan, dan perikanan, tetapi juga memahami pentingnya ketahanan pangan serta kepedulian terhadap lingkungan. Di sisi lain, masyarakat juga dapat melihat bahwa program pembinaan di Lapas mampu menghasilkan kegiatan yang produktif, edukatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Ma’ruf.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Karawang terus memperkuat perannya sebagai institusi pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga berkontribusi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Sinergi antara pembinaan, ketahanan pangan, dan pendidikan diharapkan mampu menumbuhkan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, menghargai proses produksi pangan, serta memiliki semangat untuk mendukung kemandirian pangan Indonesia.

Bagikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini